Kehadiran Agen Laku Pandai Sangat Dibutuhkan

Sekarang banyak acara Seminar Laku Pandai yang membahas Peran dan Tantangan dalam Inklusi Keuangan saat ini.

Sekarang banyak acara Seminar Laku Pandai yang membahas Peran dan Tantangan dalam Inklusi Keuangan saat ini. Laku Pandai disingkat dari Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif, yaitu Program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerjasama dengan pihak lain (agen bank), dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.

Dalam acara tersebut, diungkapkan juga bahwa tingkat inklusi keuangan di Indonesia dapat mencapai target sebesar 75%pada 2019. Dimuat dari situs resmi OJK sendiri, Program agen laku pandai ini sangat dibutuhkanoleh masyarakat Indonesia, karena:

·        Masih banyak anggota masyarakat yang belum mengenal, menggunakan atau mendapatkan layanan perbankan dan layanan keuangan lainnya. Antara lain, karena bertempat tinggal di lokasi yang jauh dari kantor bank atau adanya biaya atau persyaratan yang memberatkan.

·        OJK, industry perbankan, dan industry jasa keuangan lainnya berkomitmen mendukung terwujudnya keuangan inklusif.

·        Pemerintah Indonesia mencanangkan program Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) pada Juni 2012, satu program di antaranya adalah branchless banking.

·        Branchless banking yang ada sekarang perlu dikembangkan agar memungkinkan layanan perbankan dan layanan keuangan lainnya menjangkau segenap lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.

Sementara itu informasi lainnya yaitu bahwa sejak diluncurkan pada tahun 2015 terdapat salah satu produk yang merupakan agen Laku Pandai memiliki 100 ribu lebih agen laku pandai yang menyediakan layanan pinjaman untuk usaha seluruh masyarakat Indonesia. Untuk mengembangkan laku pandai ini, biasanya bank menggandeng sejumlah pihak, termasuk perusahaan e-commerce di Indonesia.

banking keuangan laku pandai