Lebih Suka Ditemani Ponsel, Makan Sendirian Jadi Tren

Jumlah yang makan sendirian sejumlah 138 juta kunjungan antara tahun 2010-2015 dan meningkat 9%. Sejumlah 50% pengunjung sendirian menikmati sarapan. Di jam makan siang jumlahnya turun 30%.

Duduk seorang diri di restoran kini bukan lagi memalukan tetapi jadi tren. Jumlah pengunjung restoran seorang diri makin meningkat di dunia.

Beberapa tahun belakangan ini makan sendirian di restoran makin disukai orang. Di Inggris jumlahnya meningkat dua kali lipat. Sementara di Amsterdam justru ada restoran yang khusus untuk makan sendirian. Orang Jepang juga menyedaiakan boneka untuk menemani pengunjung yang makan sendirian. 

Kecenderungan ini bisa jadi dipicu oleh maraknya pemakaian gadget, lapor star2.com (16/5). Hal ini diungkap oleh NPD Group yang menyebutkan pengunjung restoran lebih suka ditemani ponsel, tablet dan perangkat elektronik lainnya saat makan.

Laporan juga menyebutkan bahwa pengunjung restoran di seluruh Eropa turun 3% selama 6 tahun terakhir. Sedangkan jumlah yang makan sendirian sejumlah 138 juta kunjungan antara tahun 2010-2015 dan meningkat 9%.

Sejumlah 50% pengunjung sendirian menikmati sarapan. Di jam makan siang jumlahnya turun 30% dan hanya 15% saat makan malam. Usia pengunjung sendirian berusia 18 - 40 tahun. 

Khusus di Prancis dan Inggris [pengunjung sendirian mengamlami peningkatan 10% dalam 6 tahun terakhir. Jerman, Italia, Prancis dan Inggris juga mengikuti tren global dengan 30% pengunjung restoran datang sendirian.

Faktor penyebabnya kecuali tren komunikasi mobile juga karena kini orang cenderung berpindah-pindah tempat. Selian itu gaya hidup yang tidak patuh lagi pada jam makan.