Tidak Paham PPh Pasal 21 Bukan Alasan Untuk Tidak Laporkan Pajakmu & Pegawaimu

Baru punya 1 atau 2 pegawai tetap harus melaporkan Pajak Penghasilan.

Ceritanya, kamu baru membuka sebuah bisnis dan usaha. Mungkin kamu baru membuka kedai kecil yang menjual makanan dan minuman; atau mungkin kamu baru membuka kios pulsa; atau kamu sudah sekian bulan mencoba online shop dan ternyata happening banget sehingga merekrut dua pegawai untuk membantu melebarkan bisnismu. Well, selamat! Kamu adalah calon entrepreneur sukses.

Pundi-pundi penghasilan mulai membuat senyummu mengembang. Setiap kali ditanya kerabat, kamu dengan bangga menjawab “Saya punya usaha sendiri, sudah punya 2 pegawai,”. Kamu layak bangga sebab sudah menjadi boss untuk diri sendiri dan membuka kesempatan bekerja untuk orang lain. Tapi saat kenalanmu bertanya: “Kamu sudah melaporkan pajak untuk diri sendiri dan pegawaimu belum?”

Oops.. apa jawabanmu?

“Usahaku masih kecil dan pegawai baru 2 orang dengan gaji UMK, tidak perlulah repot-repot melaporkan pajak setiap tahun,”

atau

“Laporan pajaknya nanti saja kalau laba usaha saya sudah sekian juta setiap bulan dan jumlah pegawai sudah lebih dari 10 orang,”

atau

“Saya nggak ada basic ekonomi, nggak ngertilah soal pajak-pajak begitu,”

Itu bukan alasan untuk ngeles dari kewajiban sebagai wajib pajak.

Jika kamu sudah berani membuka bisnis, berarti kamu juga harus berani melaporkan pendapatanmu setiap bulan kepada negara. Terlebih lagi jika kamu sudah merekrut pegawai, maka salah satu tanggung jawabmu adalah membantu mereka melaporkan pajak penghasilan setiap tahun. Tugasmu tidak hanya mencari laba besar dan memberi gaji pegawai setiap bulan, sebab ada tanggung jawab lain berupa pelaporan pajak.

Belajar Tentang Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21 Adalah Keharusan!

Agar kamu ada gambaran tentang Pajak Penghasilan, ketahui dulu apa itu Wajib Pajak Orang Pribadi.

Sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) Nomor 36 Tahun 2008, maka mereka yang disebut wajib pajak orang pribadi yang harus melaporkan PPh adalah:

1. Orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, atau

2. Orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, atau

3. Orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.

Apa kewajiban wajib pajak pribadi?

Wajib pajak orang pribadi memiliki kewajiban melaporkan penghasilan, harta dan kewajiban mereka setiap tahun dalam formulir SPT Tahunan. Pelaporan ini harus diserahkan kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) antara tanggal 1 Januari hingga 31 Maret.

Sudah sedikit paham? 

Jadi berapapun penghasilan yang kamu dapat setiap bulan dan sesedikit apapun jumlah pegawaimu, semua sudah wajib melaporkan penghasilan setiap tahun. Ada penghasilan yang kena pajak, tetapi ada juga penghasilan yang tidak kena pajak. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016, maka jika total penghasilanmu atau pegawaimu setiap tahun Rp 54 juta atau kurang, maka tidak dikenakan pajak (namun jumlah penghasilan tetap wajib dilaporkan ke KPP). Nominal bisa berubah dengan status menikah dan jumlah anak.

"Tapi Saya Bingung Menghitung Pelaporan Pajak dari Gaji Mereka,"

Pencatatan gaji yang terhubung dengan pelaporan pajak memang cukup memusingkan, apalagi jika kamu melihat kolom-kolom SPT yang harus diisi dengan nominal. Namun sekali lagi itu bukan alasan, sebab di era modern ini sudah banyak software payroll yang akan membantu pencatatan dan pengalokasian gaji pegawaimu setiap bulan. 


Pilihlah software payroll Indonesia sehingga semua aturan pajak yang berlaku di Indonesia sudah terdata di dalamnya. Kamu tidak perlu lagi pusing memasukkan data gaji pegawai secara manual, sebab semua sudah terdata mulai gaji pokok, uang lembur, THR, potongan untuk BPJS dan perhitungan pajaknya. Semua jadi lebih mudah.

Teruslah Belajar Tentang Pajak dan Update Peraturannya Setiap Tahun

Boleh jadi usahamu sekarang masih kecil dengan jumlah pegawai yang juga kecil. Namun jika kamu membiasakan pencatatan payroll dan pajak yang rapi, kamu akan terbiasa dengan sistem pencatatan ini. Pencatatan keuangan rapi, pencatatan payroll rapi, maka semua akan memudahkanmu melaporkan PPh wajib pajak orang pribadi baik untuk diri sendiri dan pegawaimu.

Kamu tidak harus jago pajak untuk hal-hal yang terkait pelaporan PPh khususnya PPh pasal 21 adalah kewajibanmu. Jika setiap tahun kamu sudah rutin melaporkan penghasilanmu dan pegawaimu, maka kebanggaanmu akan bertambah.

Saya adalah entrepreneur muda, saya bisa membuka kesempatan kerja untuk orang lain dan saya taat pajak. 

Senyummu pasti makin lebar ;)

PPh Pasal 21 Pajak Penghasilan Bayar Pajak Melaporkan Pajak SPT Tahunan Entrepreneurship Pengusaha Pajak Pengusaha